October 28, 2021

QQJELAS.XYZ

SITUS REVIEW GAME DAN BERITA BOLA

Diego Maradona Sukses Jalani Operasi Otak, Hanya Tunggu Pemulihan

Diego Maradona Sukses Jalani Operasi Otak, Hanya Tunggu Pemulihan QQjelas Judi Online

MAR DEL PLATA, ARGENTINA - NOVEMBER 10: Diego Maradona, head coach of Gimnasia y Esgrima La Plata, gestures before a match between Aldosivi and Gimnasia y Esgrima La Plata as part of Superliga 2019/20 at Estadio Jose Maria Minella on November 10, 2019 in Mar del Plata, Argentina. (Photo by Marcos Brindicci/Getty Images)

QQjelas – Diego Maradona sukses menjalani operasi otaknya. Kini legenda sepakbola Argentina itu tinggal menjalani pemulihan pascaoperasi saja.

Maradona dioperasi di klinik Olivos, Ipensa Sanatorium di La Plata, Argentina, Selasa (3/11/2020) waktu setempat. Tindakan tersebut diambil setelah hasil CT scan menemukan adanya hematoma subdural.

Hematoma subdural adalah kumpulan darah di permukaan otak, tepatnya di antara dua lapisan pelindung otak, yakni dura mater dan arachnoid. Penyebab gumpalan darah biasanya muncul akibat benturan atau pukulan keras di kepala.

Terkait hal itu, Maradona disinyalir tidak tahu kapan gumpalan darah itu muncul. Bisa saja terjadi saat dia masih bermain karena Maradona memang kerap melakukan duel udara meski secara postur badan tidak begitu tinggi.

Operasi yang dilakukan berjalan sukses dan Maradona sudah dipindahkan ke kamar rawat, untuk terus dipantau kondisinya. Menurut tim dokter yang menanganinya, Maradona kini dalam kondisi baik-baik saja.

“Saya sudah menghilangkan hematoma dan Diego menjalani operasinya dengan baik-baik saja,” ujar dokter yang mengoperasi Maradona, Leopoldo Luque, seperti dikutip Sky Sports.

“Langkah selanjutnya adalah observasi, tapi semua masih terkontrol. Ini semua tergantung pada proses pemullhannya. Memang tidak rumit sih, tapi tetap saja ini adalah operasi otak,” sambungnya.

Di masa lalu, Diego Maradona kerap bermasalah dengan kesehatan. Pada 2005 dia pernah menjalani operasi untuk menurunkan obesitas atau kelebihan berat badan.

Legenda klub Napoli itu juga pernah menjalani operasi mata pada 2013. Lalu 2015, dia sempat menjalani operasi di bagian perut karena pendarahan. Saat ini Maradona masih berstatus pelatih Gimnasia La Plata di Liga Argentina sejak 2019.

Maradona dioperasi di klinik Olivos, Ipensa Sanatorium di La Plata, Argentina, Selasa (3/11/2020) waktu setempat. Tindakan tersebut diambil setelah hasil CT scan menemukan adanya hematoma subdural.

Hematoma subdural adalah kumpulan darah di permukaan otak, tepatnya di antara dua lapisan pelindung otak, yakni dura mater dan arachnoid. Penyebab gumpalan darah biasanya muncul akibat benturan atau pukulan keras di kepala.

Terkait hal itu, Maradona disinyalir tidak tahu kapan gumpalan darah itu muncul. Bisa saja terjadi saat dia masih bermain karena Maradona memang kerap melakukan duel udara meski secara postur badan tidak begitu tinggi.

Operasi yang dilakukan berjalan sukses dan Maradona sudah dipindahkan ke kamar rawat, untuk terus dipantau kondisinya. Menurut tim dokter yang menanganinya, Maradona kini dalam kondisi baik-baik saja.

“Saya sudah menghilangkan hematoma dan Diego menjalani operasinya dengan baik-baik saja,” ujar dokter yang mengoperasi Maradona, Leopoldo Luque, seperti dikutip Sky Sports.

“Langkah selanjutnya adalah observasi, tapi semua masih terkontrol. Ini semua tergantung pada proses pemullhannya. Memang tidak rumit sih, tapi tetap saja ini adalah operasi otak,” sambungnya.

Di masa lalu, Diego Maradona kerap bermasalah dengan kesehatan. Pada 2005 dia pernah menjalani operasi untuk menurunkan obesitas atau kelebihan berat badan.

Legenda klub Napoli itu juga pernah menjalani operasi mata pada 2013. Lalu 2015, dia sempat menjalani operasi di bagian perut karena pendarahan. Saat ini Maradona masih berstatus pelatih Gimnasia La Plata di Liga Argentina sejak 2019.