December 2, 2021

QQJELAS.XYZ

SITUS REVIEW GAME DAN BERITA BOLA

Nihil Gol Kontra Villa, Arsenal Catat Rekor Paling Buruk Mencetak Gol Selama 22 Tahun!

Nihil Gol Kontra Villa, Arsenal Catat Rekor paling Buruk Mencetak Gol Selama 22 Tahun!

QQjelas – Arsenal cuma mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari 13 percobaan selagi Pierre-Emerick Aubameyang gagal mencatatkan satu pun tembakan. Itu merupakan rekor terburuk mereka dalam 22 th. terkini di Liga Inggris.

Kegagalan Arsenal untuk mencetak gol dalam kekalahan 0-3 melawan Aston Villa pada Senin (9/11) dinihari artinya mereka sekarang sudah mencetak gol paling sedikit pada bagian awal musim baru ini selama 22 th. terakhir di ajang Liga Inggris.

Dua gol dari Ollie Watkins dan satu gol bunuh diri Bukayo Saka membuahkan tiga poin untuk Aston Villa di Emirates Stadium, dengan The Gunners gagal mencetak gol untuk ketiga kalinya dalam empat pertandingan Liga Inggris, yaitu usai kalah 1-0 di Manchester City dan 0-1 oleh Leiester City.

Itu artinya tim asuhan Mikel Arteta kini cuma mencetak sembilan gol dalam delapan pertandingan perdana Liga Inggris musim ini, jumlah gol tersedikit setelah delapan pekan sejak musim 1998/1999. Itu termasuk kekalahan liga kandang terburuk mereka sejak kekalahan 0-3 lawan Manchester City pada Desember 2019.

Lini belakang sebetulnya buruk, namun Arsenal termasuk sebetulnya terlalu mempunyai masalah di lini depan selagi Alexandre Lacazette nampak terisolasi di lini depan, Willian jauh dari efektif, selagi Aubameyang menghabiskan 90 menit dalam pertandingan Liga Inggris tanpa satu kali pun tembakan.

Berbicara setelah pertandingan, manajer Mikel Arteta mengambil alih tanggung jawab penuh atas tampilan timnya yang “tidak dapat diterima” melawan Aston Villa, sembari mengucapkan selamat atas kemenangan pasukan Dean Smith. “Baiklah, pertama-pertama kami ucapkan selamat untuk Aston Villa atas kemenangan dan cara mereka bermain. Saya pikir mereka kuat dan sadar dari pihak kami, saya bertanggung jawab penuh gara-gara itu tampilan yang kami melakukan tidak dapat diterima,” katanya kepada BBC Radio 5 Live.

“Saya bakal merahasiakan apa yang saya katakan kepada para pemain saya di ruang ganti. Peran saya adalah sebabkan tim tampil di level tertinggi tiap-tiap tiga hari dan hari ini kami belum melakukannya dan sejak saya ditunjuk, ini pertama kalinya saya menyaksikan tim yang tidak dulu saya lihat. Kami tidak menciptakan kesempatan yang cukup.”